KARAKTERISTIK SINYAL EMISI ULF YANG BERHUBUNGAN DENGAN PREKURSOR GEMPABUMI DI SUMATERA, STUDI KASUS: GEMPABUMI PADANG 2009 DAN GEMPABUMI MENTAWAI 2010

Gunawan Ibrahim, Suaidi Ahadi, Sarmoko Saroso

Abstract


Karakteristik prekursor gempabumi yang berhubungan dengan anomali emisi ULF (Ultra Low Frequency, f < 1 Hz) medan magnet bumi dianggap paling potensial untuk studi prekursor gempa jangka pendek. Gempabumi Padang 2009, Mw = 7,6 dan gempabumi Mentawai 2010, Mw=7,8 masing-masing berjarak 141 km dan 358 km dari KTB (Kototabang, Sumatera) sangat menarik untuk diteliti hubungannnya dengan anomali emisi ULF tersebut. Kedua gempabumi tersebut memiliki magnitudo > 7 dengan jarak yang berbeda. Metode yang dilakukan adalah menganalisis data magnet bumi menggunakan periode 10 - 45 detik yang berasosiasi dengan gangguan magnet bumi eksternal dan hubungannya dengan prekursor gempabumi. Untuk memonitor dari gangguan eksternal digunakan dua indeks magnet bumi, yaitu Dst (untuk lintang rendah) dan E Dst (untuk ekuator), polarisasi power ratio komponen Z/H yang dibandingkan dengan stasiun referensi DAV (Davao Filipina) dan DAW (Darwin, Autralia) yang merupakan jaringan MAGDAS untuk mewakili variasi medan magnet bumi di ekuator. Selanjutnya dilakukan polarisasi power ratio antara dua stasiun referensi yaitu [HKTB/HDAV] dan [HKTB/HDAW]. Hasilnya diperoleh karakteristik dan lamanya anomali dari sinyal prekursor untuk kedua gempabumi tersebut adalah gempabumi Padang sebesar 23 hari dan gempabumi Mentawai 5 hari.

 

Characteristics of earthquake precursors associated with anomalous ULF emission (Ultra Low Frequency, f <1 Hz) geomagnetic field is considered the most potential for the study of short-term earthquake precursors. Padang Earthquake 2009, Mw = 7.6 and Mentawai earthquake 2010, Mw = 7.8 respectively is 141 km and 358 km from KTB (Kototabang, Sumatra) is very interesting to study the anomaly its relationship ULF emissions. Both earthquakes had magnitudes> 7 and different distances. The method used is to analyze data using period of 10-45 seconds associated with external geomagnetic disturbance and its relationship with earthquake precursors. To monitor geomagnetic disturbance use two indices, namely Dst (low-latitude) and E Dst (equator). Polarization power ratio Z/H were compared to reference station DAV (Davao, Philippines) and DAW (Darwin, Autralia) which is to represent the network Magdas geomagnetic field variations at the equator. Further polarization power ratio between the two reference stations are [HKTB/HDAV] and [HKTB/HDAW]. The results obtained from the signal characteristics and anomali ULF emission for both earthquake precursors Padang earthquake for 23 days and 5 days Mentawai earthquake.


Keywords


prekursor gempabumi;Sumatera;magnet bumi;emisi ULF



DOI: http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v13i2.122

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED BY:

Pusat Penelitian dan Pengembangan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

» http://puslitbang.bmkg.go.id/jmg


Jurnal Meteorologi dan Geofisika

e-ISSN : 2527-5372

p-ISSN : 1411-3082

 

Address : 

Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720

» Phone : (+6221) 4246321 ext 1900

» Fax :(+6221) 65866238

Email Coordinatorthomas.hardy@bmkg.go.id


Plagiarism Tools

     

  Creative Commons License

Jurnal Meteorologi dan Geofisika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

INDEXING

 

JMG Indexed by: