SIMULASI ROB DI SEMARANG MENGGUNAKAN MODEL HIDRODINAMIKA 2D

Muhammad Najib Habibie, Agus Hartoko, Nining Sari Ningsih, Muhammad Helmi, Siswanto Siswanto, Roni Kurniawan, Andri Ramdhani, Rahayu Sapta S. Sudewi

Abstract


Semarang merupakan salah satu kawasan yang sering mengalami genangan air pasang (rob) yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: faktor meteorologi, laju penurunan tanah dan faktor astronomi (pasang surut). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehandalan model dan peran faktor meteorologi pada simulasi genangan rob di wilayah Semarang.  Metode yang digunakan adalah analisa kenaikan tinggi muka laut beserta penurunan muka tanah, simulasi model dengan Hidrodinamika 2D serta verifikasi menggunakan data citra satelit IKONOS untuk mengetahui wilayah genangan. Dari simulasi model hidrodinamika 2D pada tanggal 13 Juni 2009 - bertepatan dengan siklon tropis Linfa di Laut Cina Selatan - yang memperhitungkan komponen pasang surut, tekanan dan angin diperoleh hasil yang menunjukkan wilayah Semarang Barat mengalami pengurangan batas pantai sejauh  221 m dan wilayah Pelabuhan sebesar 270 m dibanding jika komponen pasang surut saja yang diperhitungkan. Selain itu tinggi muka laut juga meningkat sebesar 10 cm ketika memasukkan komponen kecepatan angin dan tekanan udara permukaan. Hasil luaran model ketika dibandingkan dengan citra satelit IKONOS menunjukkan kemiripan yang berarti model telah merepresentasikan kondisi sebenarnya.

 

Semarang is one of the area that experienced by inundation controlled by meteorological factor, subsidence and astronomical tide. The purpose of this research is to investigate the model performance and the role of meteorological factor on inundation area by using the 2D Hydrodynamic model. The simulation outputs are verified by IKONOS satellite data. By using the air pressure and wind data as the atmospheric forcings on June 9, 2009 coincides with tropical cyclone Linfa on South China Sea, the output of the model shows that the inundation is expanded up to 221 m in the West Semarang and 270 in the Semarang Harbor, compare to the output just using the tidal data only. Modeled-results also show that the sea level increase 10 cm. The output of 2D Hydrodynamic model have same pattern with IKONOS satellite image when both of them compared, so the model simulation represented actual condition on inundation field.


Keywords


tidal flood;Semarang;2D hydrodynamical model;IKONOS data



DOI: http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v13i2.124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED BY:

Pusat Penelitian dan Pengembangan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

» http://puslitbang.bmkg.go.id/jmg


Jurnal Meteorologi dan Geofisika

e-ISSN : 2527-5372

p-ISSN : 1411-3082

 

Address : 

Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720

» Phone : (+6221) 4246321 ext 1900

» Fax :(+6221) 65866238

Email Coordinatorthomas.hardy@bmkg.go.id


Plagiarism Tools

     

  Creative Commons License

Jurnal Meteorologi dan Geofisika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

INDEXING

 

JMG Indexed by: