PENENTUAN KRITERIA AWAL MUSIM ALTERNATIF DI WILAYAH JAWA TIMUR

Afriyas Ulfah, Widada Sulistya

Abstract


Informasi prakiraan awal musim yang dikeluarkan BMKG sangat penting khususnya bagi komoditas pertanian. Parameter cuaca yang digunakan BMKG dalam penentuan awal musim selama ini hanya dengan jumlah curah hujan dasarian tanpa melihat frekuensinya (banyaknya hari hujan). Oleh karena itu kajian ini bertujuan untuk melihat bagaimana frekuensi hari hujan dalam penentuan awal musim dengan wilayah kajian Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data curah hujan (CH) dan hari hujan (HH) dasarian dari 82 titik pos hujan di wilayah Jawa Timur, dimana jumlah hari hujan yang digunakan 5 skenario kajian. Dengan metode analisa subjektif deskriptif dengan melibatkan analisa grafik dan analisa spasial maka didapatlah kriteria awal musim alternatif di wilayah Jawa Timur yaitu dengan menambahkan parameter 3 HH. Dengan penjelasan CH ≥50 mm dan HH ≥3 hari per dasarian  untuk awal musim hujan (AMH) sementara itu untuk awal musim kemarau (AMK) diperoleh ketika CH per dasarian < 50 mm dan HH < 3 hari per dasarian.

 

Prediction of seasonal onset which is released by BMKG is important information, especially for agricultural commodities. The weather parameter issued by BMKG to determine the seasonal onset is only the amount of ten-day rainfall, regardless of its frequency (total of rainy days). Therefore, this study was aimed to see how the total rainfall and the frequency of rainy days per ten days acts in determining seasonal onset in East Java. The data used in this study were the total rainfall amount and the frequency of rainy days of tenth-days (decad) from82 rain gauge stations in East Java, with the number of rainy days divided into 5 (five) study scenarios. Using a subjective analysis method that involves descriptive graphical and spatial analysis, an alternative criterion was resulted by adding 3 (three) rainy days (HH) to support the primary criteria in East Java. It is concluded that the onset of the rainy season is determined by a rainfall amount of ≥ 50 mm and total rainy days of ≥3 days per decade, while the onset of the dry season is determined by a rainfall amount of < 50 mm and a total of rainy days of <3 days per decade.

Keywords


awal musim;curah hujan;hari hujan;onset of season;rainfall;rain day



DOI: http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v16i3.285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED BY:

Pusat Penelitian dan Pengembangan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

» http://puslitbang.bmkg.go.id/jmg


Jurnal Meteorologi dan Geofisika

e-ISSN : 2527-5372

p-ISSN : 1411-3082

 

Address : 

Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720

» Phone : (+6221) 4246321 ext 1900

» Fax :(+6221) 65866238

Email Coordinatorthomas.hardy@bmkg.go.id


Plagiarism Tools

     

  Creative Commons License

Jurnal Meteorologi dan Geofisika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

INDEXING

 

JMG Indexed by: