RELOKASI HIPOSENTER GEMPABUMI WILAYAH SUMATRA BARAT MENGGUNAKAN METODE MODIFIED JOINT HYPOCENTER DETERMINATION

Andy Rachmadan, Supriyanto Rohadi

Sari


Lokasi hiposenter yang akurat diperlukan untuk analisis struktur tektonik secara detail, seperti identifikasi pola bidang patahan, pola zona subduksi, identifikasi batas lempeng, dan lain-lain. Sementara dalam sistem peringatan dini yang berkembang saat ini, yang membutuhkan waktu cepat untuk menghasilkan parameter , masih menggunakan model kecepatan satu dimensi yang bersifat global, sehingga parameter yang dihasilkan kurang akurat. Pada penelitian ini digunakan metode MJHD untuk merelokasi wilayah Sumatra Barat dalam rentang tahun 2009-2016. Metode ini menambahkan koreksi stasiun berupa batasan pada kedalaman dan episenter sehingga tetap mampu merelokasi posisi secara akurat walaupun struktur dalam bumi sangat heterogen. Data yang digunakan adalah data arrival time dari katalog BMKG dengan rentang tahun 2009-2016. Hasil relokasi menunjukkan adanya perubahan lokasi hiposenter yang lebih akurat. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai Root Mean Square (RMS) yang kecil dan adanya keterkaitan hasil relokasi dengan kondisi tektonik di wilayah penelitian seperti pola penunjaman, dan aktivitas di wilayah sesar Sumatera.


An accurate hypocenter location is required for the analysis of tectonic structure in detail, such as the identification of the fault plane pattern, the pattern of subduction zones, identification plate boundaries, and etc. While the earthquake early warning system that is developing at this time, which requires a quick time to release the parameters of the earthquake, is still using a global one-dimensional velocity model which makes the result is less accurate. The method used in this study is MJHD to relocate all the earthquake appeared on Sumatra Barat in 2009-2016. This method adds a correction station in the form of limitation on the depth and the epicenter so that it remains capable to relocate earthquakes position accurately even if the structure of the earth is very heterogeneous. The data used is the arrival time data from the BMKG catalog (2009-2016). The result indicates a more accurate change on the hypocenter location. This can be proven by small RMS value and the association between the relocation results and the tectonic conditions in the study areas such asthe patterns of subduction, and the activity in the area of the Sumatran fault.

Kata Kunci


Earthquake, relocation, hypocenter, MJHD, West Sumatra

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.