PENENTUAN TINGKAT SEISMISITAS WILAYAH PROPINSI ACEH DENGAN METODE GUTENBERG RICHTER (NILAI A DAN NILAI B)

Erni Lusiani, Samsul Anwar, Muhammad Fahmi Nugraha

Abstract


Aceh merupakan salah satu wilayah yang berlokasi di zona subduksi aktif sehingga menyebabkan wilayah tersebut aktif terjadinya gempabumi. Aktifitas gempabumi dapat dilihat melalui tingkat seismisitasnya. Metode Gutenberg Richter merupakan sebuah metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat seismisitas gempabumi. Dalam penelitian ini, tingkat seismisitas yang diukur dengan metode Gutenberg Richter tersebut diestimasi dengan menggunakan metode statistik least square sebagai upaya mengestimasi nilai parameter dari hubungan antara frekuensi dengan magnitude gempabumi (). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dataset kejadian gempabumi di wilayah Aceh yang dihimpun dari bulan Januari 1929 sampai dengan bulan Desember 2017 yang secara astonomi terletak di 2.0° – 6.0°LU and 98.0° – 92.0°BT dengan magnitude > 1 dan kedalaman ≤ 60 Km. Wilayah penelitian dibagi menjadi 24 grid dengan ukuran 1° ´ 1°. Nilai  dan nilai  diperoleh melalui metode least square. Lebih lanjut, nilai  dan nilai  digunakan untuk menghitung indeks seismisitas, periode ulang gempabumi dan tingkat resiko gempabumi di Wilayah Aceh. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Aceh memiliki tingkat seismisitas yang tinggi, diindikasikan dengan nilai  yang bervariasi dari 2.07 sampai dengan 7.31 dan nilai  yang bervariasi dari 0.40 sampai dengan 1.22. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Aceh Singkil merupakan wilayah yang memiliki tingkat resiko terjadinya gempabumi yang paling besar untuk magnitude M ≥ 7, M ≥ 8, dan M ≥ 9 dengan lama waktu ulang masing-masing 23.6, 65.6, dan 182.6 tahun.

 


Keywords


Gutenberg richter; hubungan frekuensi dan magnitudo; metode least square; nilai a; nilai b

References


BPS Aceh, Provinsi Aceh Dalam Angka, Banda Aceh: BPS Aceh, 2017.

D. Noor, Pengantar Geologi, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014.

Badan Geologi, Gempabumi dan Tsunami, Bandung: Badan Geologi, 2015.

L. Makrup, Seismic Hazard untuk Indonesia, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013.

InaTEWS BMKG, "Tentang Gempabumi", Internet: http://inatews.bmkg.go.id/, diakses 29 Juli 2017.

S. Kerry and D. Natawidjaja, “Neotectonics of the Sumatran fault, Indonesia”, Geophysical Research, vol. 105 (B12), pp. 28.295-28.326, 2000.

A. Mulyo, Pengantar Ilmu Kebumian, Bandung: CV Pustaka Setia, 2008.

J. Suckale, G. Grunthal, M. Regnier, and C. Bosse, "Probabilistic Seismic Hazard Assessment for Vanuatu", Scientific Technical Report STR 05/16, pp. 1-66, 2002.

G.B. Richter C. F., “Frequency of earthquake in California”, Seismol. Soc.Am, vol. 34, pp. 185 – 188, 1944.

T. Fachriyeni, “Analisa Statistik Tingkat Seismisitas Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Dan Sekitarnya Periode 1908-2008”, Tangerang: Akademi Meteorologi dan Geofisika, 2009.

U. Chasanah, Madlazim, dan T. Prastowo, “Analisis Tingkat Seismisitas Dan Periode Ulang Gempa Bumi di Sumatera Barat Pada Periode 1961-2010”, J. Fisika, vol.2 (2), pp. 1-5, 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v19i2.536

Refbacks