ESTIMASI DATANGNYA KEMARAU PANJANG 2012/2013 BERBASIS HASIL ANALISIS KOMBINASI DATA ESPI DAN DMI

Eddy Hermawan

Abstract


Penelitian ini dibuat dengan tujuan utamanya menganalisis perilaku fenomena baru
atmosfer yang merupakan hasil silang antara fenomena El-Niño yang diwakili oleh data
ESPI (ENSO Precipitation Index) dengan DMI (Dipole Mode Index) sebagai mini ENSO
nya Indonesia untuk kawasan Pasifik Barat selama 29 tahun pengamatan periode Januari
1979 hingga Desember 2008. Berbasis kepada hasil analisis dengan menggunakan teknik
analisis wavelet dan juga FFT (Fast Fourier Transform), kami mendapatkan bahwa osilasi
baru tersebut berkisar sekitar 180 bulanan (~ 15 tahunan). Jika siklus ini berjalan sempurna
(tanpa ada faktor lain yang mengganggunya), maka berbasis kejadian tahun 1982 dan 1997,
diperkirakan tahun 2012/2013 nanti, kita akan mengalami musim kering yang
berkepanjangan seperti kejadian tahun 1997. Hasil ini tentunya masih perlu dipertajam
lagi, seperti analisis siklus ke-24 matahari, selain pemanfaatan data emisi CO2 Indonesia.
Satu hal yang menarik dari penelitian ini adalah bahwa kawasan Sumatera Utara bagian
utara, khususnya Aceh dan Medan, mereka nampaknya akan relatif aman dari bahaya
(dampak) kering yang panjang, mengingat kawasan ini relatif basah sepanjang tahun hasil
analisis data GPCP (Global Precipitation Climatology Project) untuk analisis waktu
pengamatan yang sama.

 

This research was made with the main objective is to analyze the behavior of new
atmospheric phenomena as the result of the crossing between El-Niño phenomenon
represented by the data ESPI with DMI for 29 years observation for period of January 1979
to December 2008. Based on the results of analysis using wavelet analysis techniques as well
as FFT, we find that the new oscillation ranges for about 180 monthly (~ 15 years). If the
cycle is running perfectly (without any other factors that bothered it), then based on events in
1982 and 1997, estimated the year 2012/2013, we will experience a prolonged dry season
like the 1997 incident. These results are of course still need to be sharpened again, such as
the analysis of the 24 solar cycles, in addition to the utilization of CO2 emission data in
Indonesia. One thing the interesting point of this research is that the northern part of North
Sumatra region, especially Aceh and Medan, they appear to be relatively safe from harm
(impact) the long dry, since this region is relatively wet throughout the year results of data
analysis GPCP for the same time observation of data analysis.


Keywords


ESPI; DMI; musim kering panjang



DOI: http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v12i1.79

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED BY:

Pusat Penelitian dan Pengembangan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

» http://puslitbang.bmkg.go.id/jmg


Jurnal Meteorologi dan Geofisika

e-ISSN : 2527-5372

p-ISSN : 1411-3082

 

Address : 

Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720

» Phone : (+6221) 4246321 ext 1900

» Fax :(+6221) 65866238

Email Coordinatorthomas.hardy@bmkg.go.id


Plagiarism Tools

     

  Creative Commons License

Jurnal Meteorologi dan Geofisika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

INDEXING

 

JMG Indexed by: