Artikel

WMO Catalogue of Major Meteorological Hazards

Major meteorological hazards and extreme events are listed in the table below. The definitions of the events mostly follow the definitions given in the International Meteorological Vocabulary (WMO No. 182), or according to the WMO’s Meteoterm, or the definitions given by the WMO Commission for Climatology Task Team on Definition of Extreme Weather and Climate Event (CCL TT-DEWCE) for the four major extreme events.

Memahami dan Menghadapi Potensi Bencana Gempabumi di Jalur Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung

Tanggal 21 Januari 2016, Presiden Joko Widodo telah melakukan ground breaking pembangunan kereta api cepat atau High Speed Railway (HSR) Jakarta-Bandung. Proyek ini merupakan tindakan nyata pemerintah dalam menjawab permasalahan transportasi akibat kemacetan dan jumlah penduduk yang membutuhkan moda transportasi cepat. Tentu langkah ini merupakan tindakan cepat yang berani, yang harus didukung untuk mendapatkan alternatif solusi. Tantangan dan hambatan tentu ada, baik dari dinamika sosial ataupun kondisi alam pada jalur Jakarta-Bandung itu sendiri.

Gempabumi Akibat Ujicoba Nuklir Korea Utara Awal 2016

The Democratic People’s Republic of Korea, (DPRK) atau lebih dikenal Korea Utara telah beberapa kali melakukan ujicoba nuklir, yaitu pada tahun 2006, 2009, 2013, dan 2016. Ledakan nuklir tersebut terdeteksi oleh jaringan seismograf di dunia, seperti jaringan milik the Comprehensive Test Ban Treaty Organization (CTBTO) dan juga jaringan seismograf Indonesia. Sebuah televisi Korea Utara menyiarkan bahwa mereka telah sukses melakukan uji bom hidrogen pertama pada 6 Januari 2016.

Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM)

Conformal-Cubic Atmospheric Model (CCAM) merupakan model numerik atmosfer yang dikembangkan CSIRO, Australia yang sebelumnya mengembangkan Division of Atmospheric Research Limited Area Model (DARLAM). CCAM telah dikembangkan untuk memudahkan forecaster melakukan prediksi cuaca yang cepat. CCAM adalah model atmosfer global yang dikembangkan sejak  tahun 1994 oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), Australia (McGregor, 2005), berbasis conformal cubic grid. 

Terjadinya Petir pada Erupsi Gunung Berapi

Ionisasi adalah proses fisik mengubah atom atau molekul menjadi ion-ion dengan menambahkan atau mengurangi partikel bermuatan seperti elektron atau lainnya atau dapat didefinisikan ionisasi adalah pemisahan atom atau molekul menjadi ion-ion yang bermuatan positif dan negatif. Proses ionisasi ke muatan positif atau negatif sedikit berbeda. Ion bermuatan positif didapat ketika elektron yang terikat pada atom atau molekul menyerap energi cukup agar dapat lepas dari potensial listrik yang mengikatnya.

Nepal Masih Punya Potensi Gempa Besar

Gempa Nepal yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2015 pada pukul 12:35 WIB dengan episenter berada pada 26.63° LU dan 87.89° BT, dan kedalaman yang cukup dangkal yaitu 10 km serta magnitude 7.3 Mw, semakin menunjukkan bahwa Nepal masih punya potensi terjadinya gempa dan merupakan rentetan dari kejadian gempabumi utama yang terjadi di Nepal tanggal 25 April 2015 terjadi pada pukul 13:11 WIB dengan episenter berada pada 28.147° LU dan 84.708° BT, dengan kedalaman yang cukup dangkal yaitu 15 km serta magnitude 7.8 Mw seperti terdapat pada gambar 1.